la tahzan, Innallahsa ma’anna ( jangan bersedih, Allah bersama kita)……..

Luka, sakit, kepedihan itu ia biarkan berjalan dengan kehidupannya. Meski pasti, sebuah kenangan itu tak mungkin dapat terhapuskan jejaknya dalam ingatan kita. Namun perlahan sesuatu itu akan menjadi butiran -butiran permata yang indah karena penerimaan kita yang ikhlas dalam menjalankannya, Insya Allah.

Seketika kita merasa terdampar dalam pulau kesunyian, percayalah bahwa kita tidak sendirian. Dan memang kita tak mampu untuk hidup seorang diri. Tuhan telah mengirimkan kita orang – orang yang mencintai kita, menyayangi kita.Perhatikanlah sekitar kita kala itu, maupun sekarang. Itulah cinta-Nya. Itulah kemuliaan-Nya. Maha Suci Tuhan Semesta Alam dalam berbagai hal yang Ia ciptakan.

Keikhlasan dan sabar memang sulit untuk diraih, bahkan kita tidak tahu menahu sejauh mana ujungyang memuarakan pada titik puncak dari arti dua kata tersebut. Tapi yang pasti bukan berarti juga kita tidak mencoba dan berupaya untuk mengamalkannya bukan? ^-^

Yakin, dan percaya pada Tuhan kita, Dia mempunyai rencana yang begitu indah. Dan bersabarlah kita untuk menantinya, menunggulah kita dengan penuh penerimaan (qana ‘ah) yang kita cukupkan dalam bersabar. Insya Allah, .Keindahan itu, Insya Allah akan datang tepat pada waktunya. Serahkan dan libatkan Tuhan dalam kehidupan kita, entah itu dalam upaya kita dari hal yang kecil, sehingga hal – hal yang begitu besar dan penting bagi kita. Tuhan tidak akan pernah mencampakan kita, Tuhan tidak akan pernah menyia – nyiakan hambaNya yang berjuang penuh untuk meraih Keridhoan-Nya. Dia sungguh Maha Menghargai, Sungguh Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Hapus dan seka air matamu, jika memang sudah waktunya kau tidak menangis lagi.

Tersenyum dan berbahagialah dengan rasa ikhlas dan sabarmu.

Karena aku tahu, kau mampu untuk bertahan dan melaju selangkah lagi lebih maju.

Sungguh aku menyayangimu, karena cinta kasih Tuhanku yang IA sematkan pada jiwa dan hatiku,untuku, untukmu.

Biarkan sinar surya itu tetap hangat, jangan padamkan pada kedinginan hatimu dan kesunyianmu.

Lihatlah dan syukurilah karena aku di sini tetap bersamamu.

Renungkanlah begitu banyak cinta dan kasih sayang yang Tuhan hadirkan bagimu, bagi kita.

Semua karena Tuhan mencintaimu, dan memberikankan yang terbaik bagimu, dan separuh jiwamu. Wahai sahabatku.    ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: